5. RANCANGAN

A. Penggunaan Daerah Milik Jalan (Damija)
B. Konsep Kombinasi Dinding Penghalang
C. Fungsi Tanaman


A. PENGGUNAAN DAERAH MILIK JALAN (DAMIJA)
Kondisi ruang terbuka di perkotaan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Oleh karena itu. tanah yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lain untuk mengangkut penumpang atau barang dengan mempergunakan kendaraan bermotor. Sepeda adalah suatu alat transportasi yang efisien untuk jarak tidak terlampau jauh yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan antarsuatu komunitas permukiman. Namun sering terasa kekurangamanan dan kenyamanan bagi pengendara sepeda. Sepeda akan selalu digunakan oleh masyarakat sebagai alat transportasi sehari-hari bilamana fasilitas dan ruang jalan bersepeda cukup tersedia.
Daerah Milik Jalan (right-of-way) adalah suatu potensi lintasan yang sering tertutup bagi akses publik. Jalur pembatas antara kendaraan dan lalu lintas pejalan kaki diperlukan untuk menjaga keselamatan. Dalam banyak kasus, suatu Binding penghalang suara kebisingan dapat juga bertindak sebagai suatu penghalang keselamatan yang efektif. Daerah Milik Jalan (right-of-way) harus di re-evaluasi sebagai bagian dari proyek pengurangan suara gaduh, dan dapat dipertimbangkan untuk penggunaan publik.
Lintasan sepeda dan area taman yang linier ataupun membuat taman rekreasi bagi masyarakat umum dapat diterapkan pada sisi jalan raga.
Bentukan gundukan tanah atau bukit kecil dapat dimanfaatkan untuk membuat lintasan jalur bersepeda sebagai bagian dari desain. Jalur sepeda dapat dibuat menurun atau menanjak untuk -nemberikan pengalaman yang menyenangkan dan menarik untuk pengendara sepeda. Jalur sepeda sedapat mungkin direncanakan pada puncak bukit (gundukan tanah) untuk menyediakan ruang-ruang visual pandangan dari jalan.
Jalur yang serupa dapat pula disediakan untuk penggunaan pejalan kaki. Sering tanah/ lahan pribadi berdampingan daerah milik jalan (right-of-way) dan itu tidaklah dikembangkan karena keterbatasan aksesibilitas.
Dimungkinkan pula untuk dikembangkan sebagai taman rekreasi untuk bersenang-senang bagi kepentingan masyarakat.









Garnbar 5. 1
Jalan raya

































Garnbar 5. 2
Profil kondisi jalan dan penambahan tanah






















Garnbar 5. 3
Pemanfaatan puncak bukit sebagai jalur sepeda atau jalur jalan kaki
Penambahan tanah pada lahan berbukit (easement) dapat juga diartikan sebagai usaha untuk mengurangi perbandingan kemiringan (slope) di atas gundukan tanah (bukit buatan) untuk menghindari kemiringan yang curam antara tinggi dinding dengan gundukan tanah.
Hal ini membawa keuntungan, yaitu kemiringan tanah menjadi lebih efisien untuk penanaman tanaman serta memperindah pengintegrasian visual antara gundukan tanah dan lansekap visual.
Keuntungan bagi pemilik tanah adalah kualitas visual lingkungannya semakin menarik. Oleh karena itu, kemungkinan ini pantas untuk dipertimbangkan.







Garnbar 5. 5
Bentukan gundukan tanah tepi jalan dibuat lebih tinggi dari muka jalan
Lukisan di dinding
Gambar-gambar atau lukisan di dinding dapat menampilkan warna ke dalam ruang pejalan kaki. Sebagai tambahan, gambar/lukisan dapat juga berfungsi untuk menyediakan informasi langsung kepada pengendara dan pejalan kaki. Gambar atau lukisan membantu menambah keindahan visual dinding dan sebagai tambahan, mungkin digunakan untuk keseimbangan antara garis mendatar dan garis tegak.
Melalui teknik bayang-bayang tiga dimensi, lukisan di dinding dapat menampilkan gambaran cerita suatu peristiwa secara berurutan. Lukisan di dinding dapat meningkatkan kualitas visual dengan biaya yang relatif murah.
Masyarakat dapat diikutsertakan dalam pemilihan terra lukisan dinding sebagai bentuk partisipasi publik, terutama sekali anak-anak sekolah dan remaja. Hal itu untuk mengurangi kemungkinan terjadinya vandalisme (sitat suka merusak dengan mencorat-coret dinding).
















Garnbar 5. 6
Melukiskan desain grafis pada dinding trotoar
B. KONSEP KOMBINASI DINDING PENGHALANG
Kombinasi penghalang antara bentukan tanah (gundukan tanah) dan dinding penghalang digunakan untuk mendapatkan ketinggian penghalang yang diinginkan. Sebaliknya, bentukan tanah (gundukan tanah) boleh juga digunakan dalam kombinasi dengan dinding untuk mengurangi ketinggiannya atau untuk menambah keindahan visual. Suatu gundukan tanah mungkin dibangun hanya pada satu sisi dinding untuk membantu mengurangi kesan dominan.
Bentukan tanah (gundukan tanah) dapat juga menambah variasi pada dinding untuk mengurangi dampak visual. Pengurangan dampak visual yang dimaksud adalah sifat membosankan dari dinding yang lurus. Di sisi lain, bentukan gundukan tanah akan membantu memperjelas gradasi antara dinding penghalang dengan kemiringan permukaan tanah.
1. kombinasi bentukan tanah (gundukan tanah) dan dinding
















Garnbar 5. 7
Rencana















Garnbar 5. 8
Rencana










Garnbar 5. 9
Tampak dinding jalan berkolaborasi dengan gudukan tanah











Garnbar 5. 10
Prespektif

2. kombinasi bentukan tanah (gundukan tanah) pada daerah manfaat jalan yang terbatas









Garnbar 5. 11
Bentukan tanah (gundukan tanah) pada salah satu sisi dinding panghalang pada daerah milik jalan yang sempit










Garnbar 5. 12
Trotoar unutk fasilitas pemeliharaan alan pada damija yang terbatas










Garnbar 5. 13
Prespektif kombinasi dinding tanah dan dinding penghalang
















Garnbar 5. 14
Prespektif dinding berbenteng meriam

C. FUNGSI TANAMAN
Fungsi Tanaman di Dalam Kota
Tanaman merupakan bagian dari ekosistem kota. Tanaman di dalam kota mempunyai manfaat yang dikelompokkan antara lain sebagai berikut (Dahlan, 1992; lrwan, 1997; Nazarudin, 1996; Fakuara dkk., 1996; dan Ramlan, 1997):
1. Fungsi Ekologi
a. Penyerap Gas/Partikel Beracun
Tanaman dapat menyerap bermacam gas/partikel beracun yang mencemari udara. Gas tersebut antara lain adalah pertama, gas CO2 (karbon dioksida), di mana berbagai jenis tanam&fi mempunyai kemampuan untuk menyerap gas CO, melalui proses fotosintesis, kedua, gas NO2 (nitrogen dioksida) di mana gas ini termasuk paling toksik. Gas tersebut dapat menimbulkan iritasi pada paru-paru sehingga dapat merusak lapisan sel paru-paru. Sumber pencemarnya adalah buangan gas dari kendaraan bermotor terutama pagi hari antara pukul 06.00 sampai 09.00 pada saat terjadi reaksi fotokimia Berta ruangan dapur yang menggunakan bahan bakar gas, ketiga, gas SO2 (sulfur dioksida), gas tersebut berasal dari industri pengecoran logam, pembangkit listrik bate tiara, dan penggunaan bahan bakar fosil, dan keempat, partikel Pb kendaraan bermotor merupakan sumber utama Pb yang mencemari udara di perkotaan dan tiap-tiap jenis tanaman mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menurunkan kandungan Pb dari udara. Fakuara (1990) menyatakan bahwa tanaman damar (Agathis alba), mahoni (Swietenia macrophylla), jamuju (Podocarpus imbricates), pala (Mirystica fragrans), asam landi (Pithecelobium dulce), johar (Cassia siamea), mempunyai kemampuan sedang¬tinggi dalam menurunkan kandungan timbal dari udara.
b. Paru-Paru Kota
Selain berperan di dalam penyerapan gas beracun, tanaman juga menghasilkan gas oksigen pada waktu proses fotosintesis. Gas oksigen dibutuhkan oleh semua makhluk untuk kelangsungan hidupnya. Karena tanaman berperan dalam menghasilkan gas oksigen maka tanaman dapat dianggap sebagai paru-parunya suatu kota. Meskipun sudah diketahui bahwz tanaman dapat menghasilkan gas oksigen, tetapi belum diketahui berapa volume oksigen yang dikeluarkan oleh setiap jenis tanaman yang ditanam di taman kota, di pekarangan, atau di jalan-jalan. Hal itu memerlukan penelitian yang lebih mendalam.
c. Pelestarian Plasma Nuffah
Plasma nutfah merupakan bahan bake penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri, dikembangkan dan dilestarikan bersama dengan mempertahankan keanekaragaman biologinya. Kawasan hutan kota misalnya, dapat dipandang sebagai areal pelestarian di luar kawasan konservasi karena pada areal itu dapat dilestarikan flora dan fauna secara ekssitu.
2. Fungsi Ekonomi
Tanaman secara langsung dapat digunakan sebagai bahan penghasil pangan terutama sebagai sumber buah-buahan dan sayuran. Selain itu, tanaman di kota berfungsi untuk memberikan keindahan terutama golongan tanaman hias. Tanaman buah-buahan yang Bering dijumpai ditanam di dalam kota adalah nangka (Artocarpus heterophylla), mangga (Mangifera indica), rambutan (Nephellium lappaceum), dan lain sebagainya. Golongan tanaman hias banyak


diperlukan untuk memperindah halaman, ruangan, dan tempat lainnya. Oleh karena itu, tanaman hias dapat memberikan lapangan usaha kepada masyarakat. Harga satu jenis tanaman hias yang sedang trend dan banyak diminati oleh masyarakat harganya dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah seperti tanaman bonsai dan tanaman anggrek. Selain itu, golongan tanaman hias banyak yang ditanam sebagai tanaman pelindung jalan.
3. Fungsi Kesehatan dan Lingkungan
Telah diuraikan di atas bahwa tanaman berperan di dalam menyerap gas beracun. Selain mempunyai peran dalam menyerap gas beracun, tanaman juga menghasilkan gas oksigen pads waktu fotosintesis. Gas oksigen dibutuhkan oleh semua makhluk hidup untuk hidupnya. Dari uraian tersebut terlihat bahwa tanaman mempunyai sumbangan yang tinggi terhadap sektor kesehatan dan lingkungan. Beberapa jenis tanaman dapat langsung dipakai untuk bahan obat seperti ketepeng (Cassia fistulosa), kumis kucing (Orthosiphon stamineus), jarak pagar (Jatropa curcas), dan jombang (Sonchus arvensis). Untuk obat darah tinggi dapat menggunakan tanaman belimbing (Averrhoea carambola), belimbing wuluh (A. bilimbi), dan mengkudu (Morinda citrifolia). Selain untuk bahan obat, tanaman dapat menciptakan lingkungan yang segar, bersih, nyaman, dan menciptakan panorama slam yang indah.
4. Fungsi Psikologik
Tanaman mempunyai peran untuk menghilangkan ketegangan-ketegangan mental (stress) yang banyak diderita oleh penduduk kota. Kanopi tanaman yang bentuknya bulat, kerucut, pagoda, atau serupa jantung, bulat telur, bentuk ginjal adalah bentuk-bentuk yang menarik. Bermacam warna bunga merah, kuning, ungu, biru, dan warna daun yang hijau akan mempengaruhi kejiwaan. Tanaman dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, segar, harum, menyenangkan, dan sebagainya. Karena sifat tanaman tadi, rnaka taman kota pads pagi hari akan dikunjungi oleh penduduk yang berolahraga atau kadang-kadang taman digunakan untuk rekreasi tempat bermain anak-anak.
Penggolongan tanaman yang ditanam dalam penghijauan di dalam kota dapat dikelompokkan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu pohon, perdu, semak. dan penutup tanah (rerumputan). Selain itu, dapat juga digolongkan berdasarkan habitat atau umumnya ditanam, sebagai tanaman pelindung jalan, tanaman di bantaran kali, tanaman penutup tanah, dan sebagainya. Tanaman pelindung jalan adalah tanaman yang biasa ditanam di kiri kanan badan jalan, yang berfungsi untuk melindungi tanah, ruang dari pancaran sinar matahari dan untuk melin fungi tempat dari embusan angin kencang (Ramlan. 1997). Karakter tanaman pelindung jalan antara lain: tumbuhnya cepat, tidak membutuhkan perawatan yang intensif, tidak mempunyai akar papan, buahnya kecil dan tidak membahayakan bila jatuh. daun dan bunganya tidak lurch, serta tidak mudah terserang penyakit.
5. Fungsi Estetika (Aesthetic Values)
a. Memberikan Nilai Estetika dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan (Baca Buku Austin, Richard L, Designing with Plants, 1982)
Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara. warna (daun, batang, bunga), bentuk fisik tanaman (batang, percabangan, tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman, dan komposisi tanaman.
Nilai estetis tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan elemen lansekap lainnya.
Sebagai contoh, tanaman dapat menimbulkan nilai estetis yang terjadi dari bayangan tanaman terhadap dinding, lantai, dan menimbulkan bayangan yang berbeda-beda akibat angin dan waktu terjadinya bayangan. Demikian pula bila tanaman diletakkan pada tepi atau sekeliling kolam akan menimbulkan bayang-bayang yang dicerminkan oleh permukaan air (refleksi). Ini menghasilkan suatu pemandangan yang menarik. Dalam konteks lingkungan, kesan estetis itu menyebabkan nilai kualitasnya akan bertambah.
b. Bentuk
Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi, memberi kesan dinamis, indah. memperlebar atau memperluas pandangan, ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang.
c. Tekstur
Tekstur suatu tanaman ditentukan oleh batang/percabangannya, massa daun, serta jarak penglihatan terhadap tanaman tersebut. Tekstur tanaman jugs mempengaruhi secara psikis dan fisik bagi yang memandangnya.


d. Warna
Warna batang. daun, bunga dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut. Warna daun dan bunga dari tanaman dapat menarik perhatian manusia, binatang dan mempengaruhi emosi yang melihatnya. Efek psikologis yang ditimbulkan dari warna seperti telah diuraikan sebelumnya, yaitu warna cerah memberikan rasa senang, gembira, serta hangat. Sedangkan warna lembut memberikan kesan tenang dan sejuk. Bila beberapa jenis tanaman dengan berbagai warna dipadukan dan dikomposisikan akan menimbulkan nilai estetika.
e. Skala
Skala atau proporsi tanaman adalah perbandingan besaran tanaman dengan tanaman lain atau perbandingan antara tanaman dengan lingkungan sekitarnya.
6. Fungsi Desain Lansekap
Berbagai fungsi tanaman dapat dikategorikan sebagai berikut: (baca, Philip L. Carpenter, Theodora D. Walker. Lanphear F. 1975, Plant in the Landscape)
• Kontrol pandangan (Visual control)
• Pembatas fisik (Physical barriers)
• Pengendali iklim (Dimate control)
• Pencegah erosi (Erosian control)
• Habitat satwa (Wildlife habitats)
• Nilai estetis (Aesthetic values)






a. Kontrol Pandangan (Visual Control)
Menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari, lampu jalan, sinar lampu kendaraan pada:
1) jalan raya
Dengan peletakan tanaman di sisi jalan atau di jalur tengah jalan. Sebaiknya dipilih pohon atau perdu yang padat. Pada jalur jalan raya bebas hambatan, penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Sebaiknya pada jalur median ditanami tanaman semak, agar sinar lampu kendaraan dari arch yang berlawanan dapat dikurangi.











Garnbar 5. 15
Sinar lampu kendaraan tertahan oleh semak yang ditanam di tengah median jalan

2) Bangunan
Peletakan pohon, perdu, semak, ground cover, rumput dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan, hempasan air hujan, dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang membutuhkan keteduhan.














Garnbar 5. 15
Tajuk pohon menahan pantulan
b. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar
Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding, atap, dan lantai. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi ataL' tanaman merambat pada pergola. Sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (ground covers). Dengan demikian, pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan.






Garnbar 5. 18
Tajuk pohon mengontrol pandangan visual
c. Kontrol Pandangan untuk Mendapatkan Ruang Pribadi (Privacy Space)
Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arch luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pri bad i1privacy space. Ruang pribadi ini biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. Memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1,50 - 2,00 meter.










Garnbar 5. 19
Tanaman setinggi 1, 50 m membentuk ruang terbatas pada area tempat istirahat di tepi jalan
d. Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak tIonypry-grgkan
Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat, seperti timbunan sampah, tempat pembuangan sampah, dan galian tanah.





Garnbar 5. 20
Tanaman dapat menutupi objek yang tidak menyenangkan
7. Pembatas Fisik (Physical Barriers)
a. Pengendali Pergerakan
Tanaman dapat dipakai sebagai penghalang pergerakan manusia dan hewan. Selain itu, jugs dapat berfungsi mengarahkan pergerakan.












Garnbar 5. 21
Tanaman memperkuat ruang jalan untuk pergerakan pejalan kaki

b. Pengendali lklim (Dimate Control)
Tanaman berfungsi sebagai pengendali iklim untuk kenyamanan manusia. Faktor iklim yang mempengaruhi kenyamanan manusia adalah suhu, radiasi sinar matahari. angin, kelembapan. suara, dan aroma.
c. Kontrol Radiasi Sinar Matahari dan Suhu
Tanaman menyerap pangs dari pancaran sinar matahari dan memantulkannya sehingga menurunkan suhu dan iklim mikro.













Garnbar 5. 22
Tajuk pohon menciptakan baying-bayang keteduhan











Garnbar 5. 23
Tajuk pohon menciptakan iklim mikro yang menyenangkan


d. Kontrol/Pengendali Angin
tanaman berguna sebagai penahan, penyerap dan mengalirkan tiupan angina sehingga menimbulkan iklim mikro. Jenis tanaman harus diperhatikan tinggi pohon, bentuk tajuk, jenis, kepadatan tajuk tanaman serta lebar tajuk.











Garnbar 5.24
Tanaman menagarahkan embusan angin






Garnbar 5.25
Tanaman menagarahkan dan menahan tiupan angin







Garnbar 5.26
Tanaman dapat mengurangi kecepatan angina sekitar 40-50 %
e. Pengendalian Suara
tanaman dapat menyerap suara kebisingan bagi daerah yang membutuhkan ketenangan. Pemilihan jenis tanaman tergantung dari tiggi pohon, lebar tajuk dan komposisi tanaman. Tanaman dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang, ranting. Jenis tanaman yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang.







Garnbar 5.27
Pohon menahan suara kebisingan







Garnbar 5.28
Pohon menahan suara kebisingan

f. Penyaring Udara
Tanaman sebagai filter atau penyaring debu, baud an memberikan udara segar.










Garnbar 5.29
Pohon menahan dan menyaring udara
g. Pencegah Erosi (Erosion Control)
Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan, selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. Misal dalam pembentukan muka tanah, pemotongan, dan penambahan muka tanah (cut and fill). Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan embusan angin yang kencang. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. Selain itu dapat p 'a berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah.








Garnbar 5.30
Tanaman dapat mengurangi tarjadinya erosi
h. Habitat Satwa (Wildlife Habitats)
Masyarakat modern kini cenderung kembali ke alam (back to nature). Desiran angin, kicauan burung, dan atraksi satwa lainnya di kola diharapkan dapat menghalau kejenuhan dan stress yang banyak thalami oleh penduduk perkotaan. Salah sate satwa liar yang dapat dikembangkan di perkotaan adalah burung. Beberapa jenis burung sangat membutuhkan tanaman sebagai tempat mencari makan maupun sebagai tempat bersarang dan bertelur. Tanaman sebagai sumber makanan bagi hewan serta tempat berlindung kehidupannya. Hingga secara tidak langsung tanaman dapat membantu pelestarian kehidupan satwa.












Garnbar 5.31
Tempat habitat dari burung
Tanaman barangkali yang paling efektif, sangat ekonomis, dan hemat untuk mengurangi dampak visual kurang balk dari dinding.
Pohon dan tanaman semak belukar menyediakan sernua, unsur-unsur komposisi desain yaitu garis, bentuk, warna, dan tekstur. Kumpulan dari pohon dan tanaman semak dapat menciptakan suatu area transisi yang alami pads akhir suatu dinding penghalang serta memberikan warna dan tekstur atau mengurangi kesan garis lures dinding.
Tanaman merambat mungkin dapat digunakan untuk menciptakan tekstur pada pola bagian atas dinding atau untuk menyembunyikan kesan dinding yang tidak menarik. Pohon dapat menambah ketinggian vertikal gundukan tanah atau dinding yang sebagian besar horizontal. Variasi tanaman akan memberikan alternatif ukuran, bentuk, atau warna.
Tanaman dapat digunakan untuk meningkatkan atau mengurangi kontras, menciptakan urutan (sequence) visual dengan mengatur tata letak tanaman, memberikan keseimbangan suatu poros, dan mengurangi dominasi visual dinding.
Tanaman membantu mengurangi besaran ukuran dinding yang tinggi dan padat serta menjaga keseimbangan proporsi dinding. Tanaman menyediakan visual pandangan yang menarik bagi pengendara ataupun pengamat, dengan mengabaikan jarak atau posisi. Perhatian visual tergantung pada besarnya pohon. tekstur, dan ketinggian tanaman.
Ketika pergantian musim panas dan cousin hujan, tanaman dapat mengubah warna dan penampilannya. Di musim panas yang terik, tanaman pohon memberikan bayang-bayang keteduhan atau memantulkan permukaan dinding yang berwarna lembut. Pada waktu musim hujan, pohon dan tanaman menjadi menarik karena warna dawn menjadi kehijauan, batang kehitam-hitaman serta tunas dan bunga-bunga yang mulai mekar. Jadi, banyaknya variasi warna, bentuk dan tekstur tanaman yang menghasilkan visual menarik.
Daun dan cabang pohon dapat bergoyang-goyang karena adanya embusan angin dan membuat lingkungan yang statis menjadi dinamis. Fungsi yang paling utama dari tanaman selain fungsi estetika, adalah menjaga keseimbangan ekosistem, balk flora, fauna, daratan, dan lainnya.








Garnbar 5. 32
Tanaman merambat dapat digunakan untuk menarik visual atau menutupi suatu permukaan dinding











Garnbar 5. 33
Tanaman merambat dapat digunakan sebagai aksen pada dinding












Garnbar 5.34
Kombinasi yang baik dari susunan berbagai jenis tanaman










Garnbar 5. 35
Sifat membosankan disebabkan oleh pengaturan jarak pohon yang sama. Variasi mengatur jakar dan pohon di dalam kelompok akan lebih efektif, menarik dan tidak membosankan











Garnbar 5. 36
Terlalu banyak pengulangan dari bentuk yang serupa. Variasi dari material dan tanaman akan lebih efektif secara visual










Garnbar 5. 37
Tanaman semak atau rerumputan akan membantu mengurangi kekeringan dan terjadinya erosi tanah






Garnbar 5. 38
Dinding yang tinggi pada satu sisi dari poros jalan dapat menciptakan ketidak seimbangan visual








Garnbar 5. 39
Perancangan perlu menghindari suatu kebisingan simetris yang monoton dari jenis pohon dan jarak tanam yang sama














Garnbar 5.40
Suatu pengaturan variasi tanaman dengan bentuk, tinggi, warna, jarak tanam menciptakan suatu yang menyenangkan, memberikan pengalaman visual bagi pengendara

Ketinggian massa tanaman perlu dibuat berbeda-beda, demikian pula warna dan tekstur untuk menambah daya tarik visual Binding. Keseluruhan warna yang menarik dapat dicapai melalui kombinasi berbagai jenis tanaman. Apalagi jenis tanaman yang dipilih memiliki warna bunga yang berbeda-beda pada waktu tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar